Jurnal Predator
Tidak menjalankan proses ilmiah yang layak sejak awal. Peer review dan penyuntingan hanya formalitas, atau tidak ada sama sekali.
Sebaiknya dihindari sepenuhnya.
Kenali cirinya, telusuri daftarnya, dan evaluasi kredibilitas jurnal sebelum mengirimkan naskah.
Jurnal predator (predatory journal) adalah jurnal yang menjadikan biaya publikasi sebagai tujuan utama, sementara proses peer review dan standar ilmiah diabaikan.
Jurnal seperti ini menerima hampir semua naskah, menerbitkannya dalam hitungan hari, dan tidak punya proses penyuntingan yang jelas.
Empat halaman yang saling melengkapi — dari pengertian sampai alat untuk menilai jurnal yang sedang Anda pertimbangkan.
Satu tanda saja belum tentu berarti predator. Semakin banyak yang cocok, semakin besar alasan untuk memeriksa lebih teliti.
Cari nama jurnal atau penerbitnya di daftar jurnal predator. Daftar ini dihimpun dari Beall’s List, predatoryjournals.org, dan Dikti.
Gunakan Alat Evaluasi Jurnal untuk menilai indikasi predator berdasarkan sepuluh kriteria yang terukur.
Pastikan jurnal tidak berada di daftar Discontinued Scopus — jurnal yang pengindeksannya sudah dihentikan.
Lihat alternatifnya di daftar jurnal SINTA & Scopus, atau jurnal free APC bila ingin publikasi tanpa biaya.
Keduanya sama-sama perlu dicek, tapi persoalannya berbeda.
Tidak menjalankan proses ilmiah yang layak sejak awal. Peer review dan penyuntingan hanya formalitas, atau tidak ada sama sekali.
Sebaiknya dihindari sepenuhnya.
Pernah terindeks Scopus, lalu pengindeksannya dihentikan. Belum tentu predator — sebagian berhenti karena alasan teknis atau perubahan kebijakan.
Artikel yang terbit setelah tanggal penghentian tidak lagi terindeks Scopus.
Daftar pada situs ini bersifat referensi awal, bukan keputusan resmi. Selalu verifikasi status terkini jurnal langsung ke situs resminya sebelum melakukan submission.
Nilai kredibilitasnya lewat sepuluh kriteria, hasilnya bisa diunduh sebagai PDF.