1. Beranda
  2. Jurnal Predator
Waspada Publikasi

Jurnal Predator

Kenali cirinya, telusuri daftarnya, dan evaluasi kredibilitas jurnal sebelum mengirimkan naskah.

  • Pengertian & ciri
  • Daftar rujukan
  • Alat evaluasi

Apa itu jurnal predator?

Jurnal predator (predatory journal) adalah jurnal yang menjadikan biaya publikasi sebagai tujuan utama, sementara proses peer review dan standar ilmiah diabaikan.

Jurnal seperti ini menerima hampir semua naskah, menerbitkannya dalam hitungan hari, dan tidak punya proses penyuntingan yang jelas.

Tanda Bahaya

Ciri yang Paling Sering Muncul

Satu tanda saja belum tentu berarti predator. Semakin banyak yang cocok, semakin besar alasan untuk memeriksa lebih teliti.

  • Terbit sangat cepat. Menjanjikan naskah terbit dalam hitungan hari tanpa proses telaah yang wajar.
  • Tawaran lewat email massal. Bahasanya membujuk dan cakupan bidangnya terlalu luas untuk satu jurnal.
  • Biaya baru disebut belakangan. Besaran APC diinformasikan setelah naskah dinyatakan diterima.
  • Klaim indeksasi tak terverifikasi. Mengaku terindeks Scopus atau DOAJ, tetapi tidak ditemukan di situs resminya.
  • Identitas kabur. Alamat redaksi, dewan editor, atau nomor ISSN sulit ditelusuri.
  • Situs seadanya. Banyak salah ketik dan tidak mencantumkan kebijakan etik publikasi.

Pelajari ciri jurnal predator selengkapnya

Sebelum Submit

Empat Langkah Memeriksa Jurnal

  1. Telusuri namanya di daftar

    Cari nama jurnal atau penerbitnya di daftar jurnal predator. Daftar ini dihimpun dari Beall’s List, predatoryjournals.org, dan Dikti.

  2. Jalankan alat evaluasi

    Gunakan Alat Evaluasi Jurnal untuk menilai indikasi predator berdasarkan sepuluh kriteria yang terukur.

  3. Cek status indeksasinya

    Pastikan jurnal tidak berada di daftar Discontinued Scopus — jurnal yang pengindeksannya sudah dihentikan.

  4. Bandingkan dengan yang kredibel

    Lihat alternatifnya di daftar jurnal SINTA & Scopus, atau jurnal free APC bila ingin publikasi tanpa biaya.

Sering Tertukar

Predator Bukan Discontinued Scopus

Keduanya sama-sama perlu dicek, tapi persoalannya berbeda.

Jurnal Predator

Tidak menjalankan proses ilmiah yang layak sejak awal. Peer review dan penyuntingan hanya formalitas, atau tidak ada sama sekali.

Sebaiknya dihindari sepenuhnya.

Discontinued Scopus

Pernah terindeks Scopus, lalu pengindeksannya dihentikan. Belum tentu predator — sebagian berhenti karena alasan teknis atau perubahan kebijakan.

Artikel yang terbit setelah tanggal penghentian tidak lagi terindeks Scopus.

Daftar pada situs ini bersifat referensi awal, bukan keputusan resmi. Selalu verifikasi status terkini jurnal langsung ke situs resminya sebelum melakukan submission.

Sedang menimbang satu jurnal?

Nilai kredibilitasnya lewat sepuluh kriteria, hasilnya bisa diunduh sebagai PDF.

Buka Alat Evaluasi