Jurnal predator adalah jurnal ilmiah yang memanfaatkan penulis untuk keuntungan finansial tanpa proses peer-review yang sah atau standar akademik yang jelas.
Memiliki biaya publikasi (APC) yang tinggi namun tidak dijelaskan secara detail. Informasi biaya sering disembunyikan atau baru diungkap setelah artikel diterima.
Review dan akseptasi artikel hanya dalam hitungan hari (kurang dari 1 minggu), padahal proses peer-review berkualitas membutuhkan waktu minimal 2-4 minggu.
Menggunakan nama yang mirip dengan jurnal terkenal untuk menipu penulis. Contoh: menambahkan kata "International", "Global", atau "Advanced".
Dewan editor tidak lengkap, menggunakan nama palsu, atau mencantumkan nama akademisi tanpa izin. Tidak ada informasi kontak yang valid.
Mengirim email spam secara massal untuk mengundang submission, menjanjikan publikasi cepat dan pasti diterima.
Tidak terdaftar di Scopus, Web of Science, DOAJ, atau SINTA. Kadang mengklaim terindeks tapi tidak dapat diverifikasi.
Desain website sederhana, banyak typo, broken links, dan informasi yang tidak konsisten atau tidak lengkap.
Publikasi di jurnal predator tidak diakui oleh institusi akademik dan tidak dapat digunakan untuk penilaian kinerja atau kenaikan jabatan akademik.
Penulis sudah membayar biaya publikasi yang tidak sedikit namun tidak mendapat manfaat akademik. Uang yang dikeluarkan menjadi sia-sia.
Nama penulis dapat tercatat dalam daftar hitam dan reputasi akademik menjadi buruk di mata komunitas ilmiah.
Karya ilmiah tidak mendapat masukan konstruktif dari reviewer yang kompeten, sehingga kualitas riset tidak meningkat.
Kesulitan dalam kenaikan pangkat, promosi jabatan akademik, atau mendapat beasiswa karena publikasi tidak diakui.
Dapat dianggap sebagai pelanggaran etika publikasi ilmiah dan berpotensi mendapat sanksi dari institusi atau organisasi profesi.
Artikel yang sudah dipublikasi di jurnal predator sulit untuk ditarik dan dipublikasikan ulang di jurnal yang bereputasi baik.
Selain jurnal predator biasa, ada dua jenis penipuan jurnal yang semakin marak dan sangat berbahaya: Clone Journal (jurnal tiruan) dan Hijacked Journal (jurnal yang dibajak). Kedua jenis ini sangat sulit dideteksi karena meniru jurnal asli yang bereputasi baik.
Clone journal adalah jurnal palsu yang sengaja dibuat untuk meniru jurnal asli yang bereputasi baik. Mereka menciptakan website tiruan yang sangat mirip dengan jurnal asli.
Hijacked journal adalah jurnal asli yang pernah aktif namun domainnya tidak diperpanjang atau diabaikan, kemudian diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab.
| Aspek | Jurnal Asli | Clone Journal | Hijacked Journal |
|---|---|---|---|
| Website Domain | Domain resmi institusi (.edu, .ac.id, atau domain penerbit resmi) | Domain mirip tapi berbeda (.com, .org, .info dengan tambahan kata) | Domain asli yang diambil alih atau domain baru setelah domain lama expired |
| ISSN | ISSN terdaftar dan valid di portal ISSN resmi | Mengklaim ISSN yang sama dengan jurnal asli (ISSN dicuri) | ISSN valid (karena jurnal pernah asli) tapi disalahgunakan |
| Indexing | Terindeks di Scopus, WoS, DOAJ, SINTA dengan link aktif | Mengklaim terindeks tapi link tidak valid atau mengarah ke jurnal asli | Data indeksasi lama masih ada, tapi sudah tidak valid untuk versi bajakan |
| Email Kontak | Email menggunakan domain resmi institusi atau penerbit | Email publik (gmail, yahoo) atau domain palsu | Email berubah dari yang tercatat di database resmi |
| Dewan Editor | Editor dapat diverifikasi, profil lengkap, afiliasi jelas | Mencuri nama editor dari jurnal asli tanpa izin | Dewan editor lama hilang, diganti dengan nama tidak jelas |
| Arsip Artikel | Arsip lengkap, dapat diakses, ada DOI yang valid | Arsip palsu atau copy dari jurnal asli | Arsip lama hilang atau tidak dapat diakses |
| Proses Review | Standar waktu 2-6 bulan dengan reviewer kredibel | Sangat cepat (1-7 hari), review tidak berkualitas | Sangat cepat, tidak ada review sebenarnya |
Periksa domain jurnal dengan sangat teliti. Domain jurnal asli biasanya menggunakan .edu, .ac.id, atau domain resmi penerbit. Waspadai domain dengan tambahan karakter atau ekstensi yang berbeda.
Jangan hanya percaya klaim terindeks. Klik langsung link ke Scopus, WoS, atau DOAJ untuk memastikan jurnal benar-benar terdaftar. Cek juga apakah website yang muncul sama dengan yang Anda kunjungi.
Jika ragu, hubungi langsung institusi penerbit atau universitas yang tercantum melalui kontak resmi mereka (bukan dari website jurnal). Tanyakan apakah jurnal tersebut masih aktif dan sah.
Gunakan tools seperti Wayback Machine (archive.org) untuk melihat riwayat website. Jika website berubah drastis dalam waktu singkat, bisa jadi tanda pembajakan.
Coba hubungi editor yang tercantum melalui email institusi mereka (bukan email dari website jurnal). Jika tidak ada respon atau email tidak valid, waspadai kemungkinan penipuan.
Verifikasi ISSN di portal resmi ISSN (www.issn.org) dan cocokkan dengan informasi jurnal. Pastikan domain website yang terdaftar sama dengan yang Anda kunjungi.
Pastikan jurnal terindeks di database terpercaya seperti Scopus, DOAJ, SINTA, atau Web of Science.
Cek kredibilitas dewan editor melalui Google Scholar atau profil institusi mereka.
Manfaatkan tools seperti Think Check Submit atau Journal Checker untuk memverifikasi kredibilitas jurnal.
Tidak yakin apakah jurnal yang Anda tuju termasuk jurnal predator? Gunakan alat evaluasi jurnal kami untuk memverifikasi kredibilitas jurnal secara cepat dan akurat.
Coba Alat Evaluasi JurnalBeberapa poin penting tentang jurnal predator dalam bentuk infografis untuk membantu Anda mengenali dan menghindari jurnal predator.